Buku Profil Desa Binaan

Ruang Lingkup Profil Desa Binaan

Dokumen ini memuat 33 profil lokasi yang tersebar dalam tujuh kelompok wilayah. Bentang lokasinya sangat beragam: desa pesisir dan pulau kecil, kawasan pertanian dan perkebunan, desa budaya dan kerajinan, dataran tinggi Rinjani, wilayah agro-pesisir Sumbawa, kawasan hutan Dompu, serta satu wilayah perkotaan, yaitu Kota Bima.

Potensi ekonomi yang paling dominan ialah pertanian dan hortikultura, perkebunan, perikanan dan budidaya laut, pariwisata alam-bahari-budaya, UMKM pangan, kerajinan, serta jasa. Intervensi UNRAM berfokus pada enam jalur: hilirisasi komoditas; penguatan UMKM; digitalisasi desa dan promosi; pendidikan dan kesehatan; pengelolaan lingkungan; serta penguatan kelembagaan masyarakat.

Temuan substantif terpenting adalah bahwa potensi lokal pada umumnya sudah teridentifikasi dengan baik, tetapi belum sepenuhnya berkembang menjadi sistem ekonomi yang stabil. Hambatan berulang terdapat pada kualitas data, legalitas dan standardisasi produk, kontinuitas pendampingan, kapasitas kelembagaan, pemasaran, pengelolaan lingkungan, infrastruktur dasar, serta pengukuran dampak.

Tipologi Desa Binaan

a. Desa agraris dan agroindustri. Meliputi desa berbasis padi, jagung, hortikultura, buah, aren, kakao, kopi, kemiri, kelapa, labu, dan perkebunan. Kebutuhan utamanya meliputi teknologi budidaya, pascapanen, diversifikasi produk, legalitas, dan pasar.

b. Desa pesisir dan ekonomi biru. Mencakup perikanan tangkap, budidaya lobster, rumput laut, tambak, mangrove, wisata bahari, konservasi pesisir, dan produk olahan laut. Isu utama berkaitan dengan daya dukung lingkungan, sanitasi, nilai tambah, dan ekonomi musiman.

c. Desa wisata budaya dan ekonomi kreatif. Bertumpu pada tenun, gerabah, tradisi Sasak, kesenian, kuliner, desa adat, dan kerajinan. Pengembangan perlu menjaga autentisitas budaya sekaligus meningkatkan kualitas layanan, narasi destinasi, dan pendapatan pelaku lokal.

d. Desa dataran tinggi dan konservasi. Terutama berada di kawasan Rinjani, dengan potensi air terjun, jalur pendakian, hortikultura, kopi, mata air, hutan adat, KHDTK, Proklim, dan ekowisata. Arah utamanya adalah konservasi, pertanian cerdas iklim, dan wisata rendah Karbon.

e. Wilayah perkotaan dan layanan publik. Kota Bima menampilkan kebutuhan berbeda berupa penguatan jasa-perdagangan, tata kelola layanan kesehatan, inkubasi UMKM, industri kreatif tenun, digitalisasi, dan pengelolaan lingkungan perkotaan-pesisir.

Download File lengkap : Disini